anak kecil yang hidup dalam tekanan

pernah merasa gk kalau hidup kita dari kecil itu sudah pontang panting ketika dewasa juga masih sprti itu. aku mau cerita pengaaman aku ketika masih kcil. dulu seingatku,aku dilahrikan dari pasanagn suami istri (ayah an ibuku)yang dari awal pernikahan masuk kategori perjodohan,dan sepertinya ibuku ini tidak berdasarkan rasa cinta,biasa orang jaman dulu ya era 90an. nah aku dilahirkan tahun 97 dan aku anak pertama,perempuan.aku baru mulai ingat kisah hidupku seekitar umur 4 tahun ya,nha singkat cerita oran tuaku itu dulu merantau kejakarta,dan aku ikut.namun setelah beberapa bulan aku disusul pulang oleh nenekku,dan akhirnya aku dibawa lagi kedesa dan menetap disana krna kakek nenekku merasa kesepian. dan sememnjak kecil,aku selalu merasa murung dan tidak ceria sprti anak yang lain,ini besar kemungkinan diakibatkan ibuku yang pada saat mengandung aku dia merasa sedih,cemas/tertekan ,biasalah masih awal2 menikah ya,tahap proses penyesuaian,info ini aku dapat setelah aku dewasa ketika aku periksa tentang kesehatanku didokter jogja yang memiliki alat cek semua penyakit dari mata karena telapak tanganku berkeringat,dan aku berniat periksa. ibuku juga anak pertama,dan sepertinya dulu hidupnya juga tidak bahagia,maka dr itu dia tidak bisa menyalurkan kebahagiaan ketika aku kecil,aku ingat aku merasa jauh dan tidka bisa dekat dengan ibuku,karena sudha merasa tertolak sejak dalam kandungan,dan itu berakibat ke psikisku. lalu ketika aku tinggal didesa,aku tinggal bersama kakek,nenek n om ku,terayat setelah aku sadari sekarang memamng keluargaku kumpulan dari orang yang kurang akan kebahagiaan,sehingga tidak bisa hangat.dirumah nenekku aku menjadi anak yang pendiam,murung tidak berani brargumentasi,padahala aku tergolong anak yang berprestasi disekolah. dirumah nenek itu kadang aku dimarahi,dan banyak trauma masa kecil yang aku bawa hingga dewasa,efeknya aku jd minder benar2 saat itu,aku merasa snediiri,mau curhat keorang tua tapi jauh,ke nenek kakek meereka tidak mengerti parenting,aku hanya dimarahi saja ,tanpa alasan,aku seperti mengasuh orang dewasa yang gagal dewasa.hatiku sedih,aku sering menangis ditempat sepi yang bisa aku luapkan kesedihanku itu dan pada tuhan aku ceritakan semua kesediahn dimasa kecilku itu.setelah itu aku merasa sedikit lega,aku berusaha menutupi kesedihanku dan berpura2 aku baik2 saja.lalu aku pulang... bukan hanya itu,disekolah aku juga merasa tertekan dan dibully,aku semakin takut seperti tidak ada yang bisa melindungiku,aku benar2 kena mental waktu kecil ktu,yatuhan andai kau tahu sedihnya hatiku ini... sampai dirumah aku juga puura2 baik2 saja tapi ternyata itu semua berefek ke psikisku dan kesehatanku,aku menjadi sering cemas bserta keringat dingin,yang aku tidak nyaman sekali ketika telapak tanganku berkeringat,itu mengganggu aktifitasku... yaallah aku benar2 merasa deprsi... sampai akhirnya orantuaku pulang kedesa ketika aku sudah lulus smp disitu aku tinggal bersama ibu bapak dan adiku,namun ibuku sering memarahi aku,dan aku memang suli utk dekat dengan ibuku,karena darri kecil tidak terstimulasi kedekatan, aku selalu dicurigai,dikata2in kasar bahkan hal2 yang ketika aku besar masih sakit jika teringat,yaallah aku harus mengadu kesipa?ibuku seperti ini,padahal dari kecil aku jauh dr orang tua,kenapa seperti tidak ada kasih sayang dr ibuku aku bnar2 tertekan,sekolahpun aku menjadi malas dan tidak semangat,prestasiku menurun sungguh jika diri kita masih menyimpan luka,mustahil kita bisa membahagiakan orang lain tapi setelah dewasa aku bekerja,aku tetap memberikan uang keibuku,bahkan lebih dar yang dulu ketika aku kecil,terkadang air mataku menetes keika aku mengingat masa kecil itu... luar biasa sekali yang aku rasakan dulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

vicall bersama artis AMRITSA RAJE

sebuah bentuk self love ketika naik BRT trans jateng

menerima diri kita apa adanya